Jumat, 20 Maret 2015

Syukur Nikmat


SYUKUR NIKMAT
  Saudara yang di mulyakan Allah. Sebagian ciri-ciri orang yang masuk surga adalah berwajah cerah berseri-seri. Semoga kita semua termasuk yang di dalamnya. Meski di antara kita masih ada yang kelihatan muram sering tertunduk karena mungkin sedang banyak masalah. Kita doakan saja semoga segera selesai masalahnya, keluar dari semua kesulitan hidup.
  Manusia hidup tidak terlepas dari masalah, karena sesungguhnya manusialah yang menjadi pangkal masalah. Dalam sejarah sebelum manusia diciptakan belum ada masalah, setelah Nabi Adam As sebagai manusia pertama diciptakan saat itulah masalah muncul. Berawal dari pembangkangan iblis terhadap Allah Swt yang tidak mau bersujud kepada Adam sementara yang lain mau bersujud sebagai penghormatan kepada Adam sebagai mahluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Iblis adalah mahluk yang diciptakan Allah dari golongan jin. Dia adalah pembesarnya para jin alias nenek moyangnya para jin. Adapun makna jin menurut Abu Ja’far dalam tafsir Ath Thobari, asal katanya iblaas atau balasa yang artinya penyesalan dan kesedihan yang berakhir dengan keputusasaan. Jadi janganlah kita mudah menyesali sesuatu dengan disertai keputusasaan, karena dari putus asa akan mudah melakukan hal-hal yang yang disukai iblis atau syaitan. Misalnya bunuh diri karena cinta, mencari harta dengan jalan pintas dengan menghalalkan segala cara dll.
Begitulah dari awal diciptakannya saja sudah menimbulkan masalah maka tidak heran kalau akhirnya di duniapun manusia banyak bermasalah. kenapa begitu? Karena manusia diberi banyak ilmu pengetahuan, keinginan, dan kemauan.
  Manusia diciptakan dengan dibekali akal dan pikiran, lalu dengan akal dan pikiran itu timbullah kemauan dan keinginan lalu pada akhirnya dari banyak kemauan dan keinginan itulah muncul masalah. Coba lihat saja para malaikat yang diciptakan tanpa dibekali keinginan dan kemauan, mereka selamanya akan taat dan patuh. Malaikat yang ditugaskan menjaga surga selamanya akan melaksanakan tanpa pernah minta ijin untuk berhenti bertugas, malaikat yang ditugaskan untuk bersujud, bersujud terus tanpa bangkit untuk beristirahat. Lain halnya jin dan manusia yang sama-sama diberi keinginan dan kemauan sehingga di antaranya pasti ada yang ingkar atas perintah Allah.

Ingatlah saudara-saudaraku bahwa,
 “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. (Adz-Dzariyat:56)

  Jangan lupa hidup ini tidak lama, jadi kejarlah dunia seakan engkau akan hidup selamanya lalu kejarlah akhirat seakan engkau akan mati besok. Jadi bolehlah kita kerja keras banting tulang peras keringat, ketika waktu sholat dirikanlah sholat dengan khusu’ lalu brdzikir pada Allah sembari mengingat semua kesalahan dan dosa, meratap menangis menyesalinya. Bolehlah kita menumpuk harta tapi jangan lupa zakat, infak, sodaqoh.
  Tidak usah takut miskin karena zakat, infak, dan sodaqoh. Apalah artinya rumah besar, mobil mewah, uang dan perhiasan banyak kalau mati tidak ada yang kita bawa. Paling hanya selembar kain kafan yang kita pakai dan sejengkal tanah yang kita tempati, selebihnya amal perbuatan adalah bekal yang sebenarnya untuk menghadap Allh Swt.
  Jadi kalau menemui masalah yang berat asal itu masih berkaitan dengan duniawi serahkan semua pada Allah dengan tetap berusaha tanpa berputus asa.
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS Alam Nasyrah 5-6)

Masalah ada yang baik ada pula yang buruk bagi kita, maka sikapilah masalah itu dengan bijak. Jangan dikira orang yang miskin saja yang bermasalah. Bahkan orang sukses punya jabatan tinggi, harta melimpah itupun merupakan masalah.
 “Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.” (QS. Al Israa’ 83)

  Intinya bahwa bersyukur adalah kunci dari semua masalah. Ketika mendapatkan nikmat syukuri nikmat itu dengan membelanjakannya di jalan Allah, ingat sesama terutama pada orang yang di bawah kita. Dan ketika kita menemui kesulitan syukuri dengan tetap mengingat bahwa kesulitan itu suatu bentuk kasih sayang Allah pada kita.
  Misalnya nih, hidup serba kekurangan punya rumah saja kecil,bersyukur.. masih ada tetangga nggak punya rumah, dari dulu sampai sekarang ngontrak terus. Yang belum punya rumah, juga bersyukur.. masih diberi kesehatan.. tetangga kita sakit nggak sembuh-sembuh. Yang sakitpun bersyukur.. masih hidup.. tetangga kita mati nggak balik-balik.
 “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Qs.Ibrahim:7)

  Syukur memang mudah diucapkan tapi berat untuk dilakukan, tapi setidaknya sebagai orang yang beriman tentu kita tetap berusaha untuk bisa melakukannya. Mudah-mudahan kita semua menjadi golongan orang-orang yang pandai bersyukur sampai yaumil kiamat. Dan kelak menjadi barisan orang-orang yang selamat dan menjadi tamu Allah di dalam surga.
Amin ya robbal alamin.